Isbat Nikah

Begini Cara Mengajukan Isbat Nikah di Pengadilan Agama

Isbat Nikah adalah suatu penetapan, penentuan, pembuktian atau pengabsahan pengadilan terhadap pernikahan yang telah dilakukan secara agama (siri). Proses isbat nikah bisa diajukan oleh pasangan (suami/istri) yang bersangkutan, anak-anaknya, wali nikahnya atau pihak lain yang berkepentingan atas pernikahan tersebut.

cara-mengajukan-isbat-nikah-di-pengadilan

Oleh karena tujuan isbat nikah sendiri untuk memperoleh pengakuan hukum atas pernikahan yang sudah berlangsung, maka hal tersebut tidaklah sama dengan menikah ulang. Jika pernikahan seseorang tidak tercatat lantas menikah ulang, maka pernikahan yang diakui secara hukum adalah pernikahan yang kedua. Sedangkan jika pernikahan seseorang tidak tercatat lantas mengajukan isbat nikah, maka pernikahan yang tidak tercatat itulah yang diakui secara hukum. Dengan diakuinya atau disahkankannya pernikahan yang tidak tercatat tersebut, maka seluruh akibat dari adanya pernikahan tersebutpun diakui secara hukum. Misalnya anak-anaknya, harta bersamanya dan lain sebagainya. Disamping itu, dengan diakuinya pernikahan tersebut secara hukum, maka bisa dicatat dan diterbitkan pula akta pernikahannya.

Meskipun demikian, tidak berarti setiap pernikahan yang tidak tercacat di KUA bisa mengajukan isbat nikah. Berdasarkan Pasal 7 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam terdapat 5 alasan yang bisa diajukan isbat nikahnya ke Pengadilan Agama yaitu :

  • Adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian
  • Hilangnya Akta Nikah
  • Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawian
  • Adanyan perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya Undang-undang No. 1 Tahun 1974
  • Perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan perkawinan menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974

Tata Cara Pengajuan Isbat Nikah di Pengadilan Agama

Pada dasarnya isbat nikah termasuk kedalam jenis perkara voluntair atau permohonan yang mana perkara tersebut tidak mengandung sengketa dan hanya memerlukan penetapan Pengadilan saja. Hal tersebut terjadi apabila suami dan istri bersama-sama mengajukan permohonan isbat nikah ke Pengadilan. Akan tetapi, jika yang mengajukan hanya salah satu pihak saja (suami atau istri saja) atau yang mengajukan adalah anaknya, wali nikahnya atau pihak lain yang berkepentingan, maka isbat nikah tersebut masuk ke dalam perkara kontensius (gugatan).

Syarat Mengajukan Isbat Nikah di Pengadilan Agama

Sebelum datang ke Pengadilan Agama untuk mengajukan isbat nikah, silahkan persiapkan beberapa persyaratan dokumen berikut:

  • KTP Pemohon, KTP Suami Istri yang bersangkutan serta anak-anak yang bersangkutan*
  • Surat Keterangan Pernikahan Tidak Tercatat dari Kantor Urusan Agama
  • Surat Keterangan Kematian Jika Salah Satu (Suami/Istri) Sudang Meninggal Dunia
  • Surat Permohonan Isbat Nikah (Dibuat Sendiri atau Dibuatkan di Pengadilan)
  • Surat Keterangan dari Kepala Desa/Kelurahan setempat kalau yang bersangkutan pernah menikah**
  • Kartu Keluarga**

*) Karena Isbat Nikah bisa diajukan oleh selain suami istri yang bersangkutan, maka syarat identitasnya menyesuaikan. Misalnya jika pemohonnya adalah wali nikah, maka KTP wali, KTP suami istri serta anak-anaknya. Tapi jika yang mengajukan adalah suami istri yang bersangkutan, maka cukup KTP suami istri dan KTP anak-anaknya (jika ada).

**) Sebagian Pengadilan meminta persyaratan tersebut

Syarat pengajuan isbat nikah diatas merupakan syarat yang diambil dari beberapa website Pengadilan Agama. Untuk informasi lebih lengkap tentang syarat isbat nikah sebaiknya kunjungi website Pengadilan yang bersangkutan.

Mendaftar dan Membayar Biaya Panjar

Apabila semua persyaratan sudah disiapkan, silahkan datang ke Pengadilan sesuai tempat tinggal pemohon untuk mendaftar dan membayar biaya panjar. Biaya Panjar isbat nikah sudah pasti berbeda-beda di tiap-tiap Pengadilan. Oleh sebab itu, cara paling akurat untuk mengetahuinya adalah dengan menanyakan langsung atau bisa coba di cek di website resmi Pengadilan Terkait. Rata-ratanya berkisar Rp.300.000,- hingga Rp. 1.500.000,-

Mengikuti Proses Sidang Isbat Nikah di Pengadilan Agama

Jika sudah menerima surat panggilan sidang dan sudah tau jadwal sidangnya, silahkan datang di hari sidang. Proses sidang isbat nikah pada dasarnya sama saja dengan proses sidang lainnya, hanya saja karena perkara isbat nikah masuk kedalam perkara permohonan, maka ada kemungkinan tidak adanya proses mediasi seperti yang tercantum dalam Buku II.

Jika isbat nikah diajukan suami dan istri bersama-sama, maka selama pernikahan tersebut memang sah secara agama, syarat rukunnya terpenuhi dan tidak ada halangan pernikahan serta terdapat saksi-saksi yang bisa didengarkan kesaksiannya di sidang Pengadilan, maka tidak perlu terlalu khawatir ditolak hakim. Berbeda halnya jika isbat nikah diajukan oleh salah satu pihak saja dan terdapat pihak lain yang menjadi termohon misalnya dalam kasus isbat nikah pernikahan poligami siri yang harus melibatkan istri pertama sebagai termohon.

Apa itu isbat nikah?

Isbat Nikah adalah suatu penetapan, penentuan, pembuktian atau pengabsahan pengadilan terhadap pernikahan yang telah dilakukan secara agama (siri).

Siapa saja yang bisa mengajukan isbat nikah?

Isbat nikah bisa diajukan oleh pasangan (suami/istri) yang bersangkutan, anak-anaknya, wali nikahnya atau pihak lain yang berkepentingan atas pernikahan tersebut .

Apa saja syarat isbat nikah di Pengadilan Agama?

KTP Pemohon, KTP Suami Istri yang bersangkutan serta anak-anak yang bersangkutan*
Surat Keterangan Pernikahan Tidak Tercatat dari Kantor Urusan Agama
Surat Keterangan Kematian Jika Salah Satu (Suami/Istri) Sudang Meninggal Dunia
Surat Permohonan Isbat Nikah (Dibuat Sendiri atau Dibuatkan di Pengadilan)
Surat Keterangan dari Kepala Desa/Kelurahan setempat kalau yang bersangkutan pernah menikah**
Kartu Keluarga**

Berapa biaya panjar isbat nikah di Pengadilan Agama?

Biaya Panjar sudah pasti berbeda-beda di setiap Pengadilan. Oleh sebab itu, cara paling akurat untuk mengetahuinya adalah dengan menanyakan langsung atau bisa coba di cek di website resmi Pengadilan terkait. Rata-ratanya berkisar Rp.300.000,- hingga Rp. 1.500.000,-