Isbat Nikah

Cara Mengurus Cerai Nikah Siri di Pengadilan Agama

Ada banyak alasan kenapa seseorang menikah siri. Bisa jadi pernikahan tersebut terjadi di jaman dahulu yang sangat sulit untuk dicatatkan atau bisa jadi belum ada undang-undangnya. Disamping itu ada pula alasan-alasan lain yang mengakibatkan suatu perkawinan tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama. Lantas jika tidak tercatat seperti itu apakah bisa dan bagaimana caranya mengurus cerai nikah siri di Pengadilan?

cara membuat surat cerai nikah siri

Hukum Nikah Siri

Pada dasarnya setiap pernikahan yang dilangsungkan sesuai dengan aturan agama masing-masing yang syarat rukunnya terpenuhi dan tidak ada hal yang menghalangi pernikahan tersebut, maka itu adalah sah. Pasal 2 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan :

(1) Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

Meskipun demikian, pernikahan yang sah tersebut diharuskan untuk dicatat oleh petugas yang berwenang. Hal ini bertujuan agar terjaminnya ketertiban di masyarakat dan tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Pasal 2 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan :

(2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan Pasal 5 dan 6 Kompilasi Hukum Islam :

Pasal 5

(1) Agar terjamin ketertiban perkawinan bagi masyarakat Islam setiap perkawinan harus dicatat.

(2) Pencatatan perkawinan tersebut apada ayat (1), dilakukan oleh Pegawai Pencatat Nikah sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang No.22 Tahun 1946 jo Undang-undang No. 32 Tahun 1954.

Pasal 6

(1) Untuk memenuhi ketentuan dalam pasal 5, setiap perkawinan harus dilangsungkan dihadapan dan di bawah pengawasan Pegawai Pencatat Nikah.

(2) Perkawinan yang dilakukan di luar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah tidak mempunyai kekuatan Hukum.

Oleh karena pernikahan siri tidak dicatat, tidak dilakukan dihadapan dan dibawah pengawasan pegawai pencatat nikah, maka tidak dapat dikeluarkan akta nikahnya. Sedangkan akta nikah sendiri merupakan bukti ada dan sahnya pernikahan. Sebagaimana dalam Pasal 7 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam :

Perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah.

Dengan tidak dapat dibuktikannya perkawinan tersebut, maka diperlukan sebuah proses pengesahan atau pengakuan secara hukum dan proses ini dikenal dengan isbat nikah. Sebagaimana dalam Pasal 7 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam :

Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, dapat diajukan itsbat nikahnya ke Pengadilan Agama.

Cara Membuat Surat Cerai Nikah Siri di Pengadilan Agama

Dalam pasal 7 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam disebutkan, salah satu alasan untuk mengajukan isbat nikah adalah adanya perkawinan dalam rangka perceraian. Artinya perkawinan tersebut dilangsungkan secara siri, tidak tercatat di Kantor Urusan Agama, namun kemudian pihak suami/istri ingin bercerai resmi.

Dengan demikian maka bagi orang yang melakukan nikah siri dan ingin bercerai secara resmi, silahkan ajukan isbat nikah serta gugatan atau permohonan cerai ke Pengadilan Agama / Mahkamah Syariah. Isbat nikah untuk mengesahkan pernikahan sebelumnya dan gugatan atau permohonan cerai untuk bercerai secara resmi.

Dalam prakteknya, permohonan isbat nikah dalam rangka perceraian serta permohonan / gugatan cerainya tidak dilakukan secara terpisah. Meskipun perkaranya ada 2 macam (isbat dan cerai), tetapi dalam prosesnya cukup disatukan menjadi satu saja. Hal ini sesuai dengan Pedoman Beracara Pada Pengadilan Agama / Mahkamah Syariah yang diatur dalam Buku II. Pengajuan isbat nikah dan gugatan / permohonan cerai yang disatukan seperti itu kemudian dikenal dengan istilah isbat cerai.

Syarat Pengajuan Isbat Cerai di Pengadilan Agama

Syarat pengajuan isbat cerai di Pengadilan Agama sama saja dengan syarat isbat nikah yang pernah kita bahas di artikel cara mengajukan isbat nikah di Pengadilan Agama. Yang perlu diperhatikan adalah dalam pembuatan surat permohonannya saja yang berbeda. Akan tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan apabila surat permohoannnya dibuatkan oleh tim Pengacara atau petugas Posbakum di Pengadilan.

Proses Isbat Cerai di Pengadilan Agama

Proses isbat cerai di Pengadilan Agama sama saja dengan proses perkara lainnya. Dari mulai daftar, membayar biaya panjar, sidang dan seterusnya sampai prosesnya selesai pada umumnya sama saja. Perbedaannya hanya terletak pada perkaranya yang digabungkan saja. Dan oleh karena digabungkan, maka perlu diingat bahwa isbat nikah adalah level pertama yang bisa menentukan nasib permohonan / gugatan cerai. Jika isbat nikahnya ditolak, maka sudah dapat dipastikan permohonan / gugatan cerainya juga tidak akan dikabulkan.

Apakah nikah siri bisa cerai?

Bagi orang yang melakukan nikah siri dan ingin bercerai secara resmi, silahkan ajukan isbat nikah serta gugatan atau permohonan cerai ke Pengadilan Agama / Mahkamah Syariah.