Perceraian

Langkah Mudah Cara Mengurus Perceraian dari Pihak Suami

Mungkin sebagian orang terutama yang beragama islam ada yang beranggapan bahwa mengurus perceraian dari pihak suami di Pengadilan itu gampang. Tinggal diajukan saja, pasti dikabulkan. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena kenyataanya ada juga kasus perceraian yang tidak dikabulkan, padahal yang mengajukannya adalah pihak suami.

cara mengurus perceraian dari pihak suami

Oleh karenanya, penting bagi saudara yang beragama islam yang ingin mengajukan sendiri permohonan perceraian ke Pengadilan untuk memperhatikan beberapa hal seperti ketentuan pengajuan, persyaratan, pembuktian dan sebagainya. Jangan bertindak gegabah dan jangan terlalu pede yang malah bisa jadi bumerang dan membuat gugatan atau permohonan perceraian sahabat ditolak Pengadilan.

Adapun cara mengurus perceraian dari pihak suami ini pada intinya selain dapat diajukan sendiri oleh yang bersangkutan, bisa juga diajukan dengan menggunakan pengacara. Jika saudara termasuk orang yang sibuk, saran saya sebaiknya pakai Pengacara saja. Jika saudara tidak sibuk dan ingin biayanya murah, sebaiknya mengurus sendiri saja. Bahasan kali ini dikhususkan bagi sahabat yang mau mengurus perceraiannya sendiri tanpa pengacara.

Cara Mengurus Perceraian dari Pihak Suami Yang Beragama Islam

Siapkan Semua Persyaratan Perceraian

Harap siapkan semua persyaratan sebelum mendatangi Pengadilan. Persyaratan yang dimaksud terdiri dari :

  1. Identitas suami baik KTP atau surat domisili
  2. Buku Nikah suami
  3. Alamat tinggal istri saat ini apabila sudah berpisah
  4. Surat izin atasan, khusus untuk PNS, TNI dan Polri
  5. Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran Anak (Hanya jika ada)

Semua persyaratan dibawa aslinya saja (bukan kopian) dan nanti ikuti instruksi yang diberikan petugas Pengadilan saat mau mendaftar. Untuk alamat tinggal istri sekarang boleh ditulis di secarik kertas saja. Alamat tinggal istri akan dimasukkan dalam surat permohonan cerai.

Membuat Surat Permohonan Cerai

Surat permohonan cerai dapat dibuat sendiri atau dibuatkan di Pengadilan.

Salah satu yang paling krusial dalam surat permohonan cerai adalah alasan pengajuan cerai. Jangan sampai sahabat mengajukan cerai tanpa punya alasan yang jelas. Berikut adalah alasan perceraian bagi suami sesuai dengan PP No. 9 Tahun 1975:

  1. Istri berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.
  2. Istri meninggalkan suami selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin suami dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya.
  3. Istri mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
  4. Istri melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain.
  5. Istri mempunyai cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang isteri.
  6. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Selain alasan tersebut, dalam Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam ditambahkan alasan murtad yang menyebabkan terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Mengajukan ke Pengadilan yang Sesuai

Jangan pernah beranggapan bahwa mengurus cerai itu bisa diajukan di Pengadilan mana saja. Kenyataannya tidak seperti itu. Ada aturan-aturan yang mengatur masalah pengadilan mana yang bisa memutuskan kasus perceraian saudara. Jika saudara tidak mengikuti aturannya, konsekuensinya permohonan cerai saudara bisa di NO hakim karena alasan cacat formil (melanggar yuridiksi Pengadilan).

  1. Bagi sahabat yang beragama islam, pengajuan cerai harus diajukan ke Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman istri, kecuali apabila istri meninggalkan tempat tinggal bersama tanpa izin suami. Misalnya pihak suami tinggal di Jakarta Selatan, pihak istri tinggal di Jakarta Timur, maka pengajuan permohonan cerai talaknya harus diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Timur.
  2. Apabila pihak istri berada di luar negeri, maka permohonan cerai diajukan ke Pengadilan Agama sesuai dengan tempat kediamannya suami. Misalnya suaminya di kota Bandung, istrinya di Korea Selatan, maka pengurusan cerai talaknya diajukan ke Pengadilan Agama kota Bandung.
  3. Apabila keduanya berada di luar negeri, maka permohonan diajukan ke Pengadilan sesuai dengan tempat dilangsungkannya pernikahan atau ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Hal ini sesuai dengan Pasal 66 Undang-undang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama.

Daftar dan Bayar Panjar Biaya Perkara

Jika semua persyaratan sudah siap dan sudah tau ke Pengadilan mana sahabat harus mengajukan perceraian, silahkan datang langsung ke Pengadilan tersebut untuk mendaftar dan membayar panjar. Perlu diketahui bahwa panjar itu adalah biaya perkiraan saja. Artinya bisa jadi setelah proses sidang selesai, nantinya akan ada tambahan biaya lain atau mungkin juga ada kelebihan biaya yang bisa sahabat ambil.

Menghadiri Sidang

Setelah selesai bayar biaya perkara, sahabat tinggal pulang saja dan tunggu surat panggilan sidang dari pengadilan. Jika sudah dapat surat panggilan, silahkan hadiri sidang sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan Pengadilan. Sahabat sebagai pemohon usahakan untuk selalu menghadiri sidang. Jika tidak hadir, hakim bisa saja menggugurkan permohonan cerai sahabat. Jika permohonan-nya digugurkan seperti itu, maka sahabat harus mengulangi prosesnya lagi dari awal daftar.

Sekedar saran, jika sahabat punya halangan hadir di sidang berikutnya, sahabat bisa menguasakan ke Pengacara atau keluarga dekat untuk mewakili sahabat. Yang penting sahabat tandatangani surat kuasanya, karena tanpa surat kuasa, mereka tidak bisa mewakili sahabat. Disamping itu, jika mau menguasakan seperti itu sebaiknya dikuasakan jauh-jauh hari sebelum hari sidang. Ini bertujuan supaya penerima kuasa bisa mempelajari kasus percerainnya sahabat terlebih dahulu.

Menghadirkan Bukti-Bukti

Meskipun saksi-saksi dan bukti lainnya hanya akan diminta hakim pada saat sidang pembuktian, akan tetapi sebaiknya semuanya dipersiapkan sedari awal sejak sebelum mengajukan perceraian ke Pengadilan. Jangan sampai perkara sudah masuk ke Pengadilan, sidang sudah berjalan berkali-kali, namun ketika hakim meminta saudara membawa saksi-saksi dan bukti lainnya, saudara malah kelabakan. Ingat, ketiadaan saksi-saksi dan bukti lainnya ini bisa fatal dan sangat bisa mengakibatkan permohonan cerai sahabat ditolak oleh hakim.

Ikrar Talak

Jika hakim mengabulkan permohonan cerai sahabat dan putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap, maka sahabat akan dijadwalkan untuk ikrar talak. Ikrar talak adalah proses yang paling akhir. Ikrar talak tidak akan dijadwalkan apabila permohonan cerai sahabat ditolak, digugurkan atau masih belum berkekuatan hukum tetap misalnya sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Agama.

Jika sudah ditetapkan jadwalnya, sahabat akan mendapat surat panggilan untuk ikrar, silahkan hadir sesuai jadwal. Jika sahabat tidak hadir dan sudah melebihi batas waktu 6 bulan sejak Pengadilan menetapkan hari sidang penyaksian ikrar talak, maka gugurlah kekuatan penetapan tersebut dan sahabat tidak akan bisa lagi mengajukan cerai dengan alasan yang sama. (Pasal 70 ayat (6) UU No.7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama).

Setelah sahabat selesai ikrar talak, sahabat hanya tinggal menunggu akte cerainya jadi saja. Untuk berapa lama akte cerainya jadi, silahkan dikomunikasikan dengan Pengadilan yang bersangkutan.

Leave a Comment