Masalah Umum

Waspada Jasa Pengacara Palsu di Internet, Ini Ciri dan Tipsnya

Dengan semakin majunya teknologi informasi, sahabat mungkin pernah browsing, mencari pengacara yang bisa mengurus kasus di Pengadilan namun ada perasaan khawatir takut tertipu atau yang lainnya. Hal itu wajar, karena segala informasi yang ada di dunia maya terkadang susah untuk diverifikasi. Mungkin saja ada orang yang mengaku pengacara padahal calo atau bahkan bisa jadi orang yang ngaku pengacara itu hanya orang jahat yang cuma mau menipu sahabat. Kalau sudah begitu, jangankan kasus sahabat bisa tertangani dengan baik, yang ada sahabat malah bisa ditipu mentah-mentah.

Waspada Jasa Pengacara Palsu di Internet

Oleh karenanya sangat penting bagi sahabat yang sedang mencari jasa pengacara secara online untuk selalu teliti. Pilihlah dengan cermat sebelum memutuskan ingin menggunakan jasa mereka. Jika sobat kesulitan untuk membedakan mana orang yang benar-benar pengacara atau hanya penipu saja, berikut ini beberapa ciri dan tips untuk menghindari penipuan jasa pengacara palsu di internet :

Ciri Pengacara Resmi Secara Umum

  • Mempunyai kartu anggota organisasi advokat seperti Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia), KAI (Kongres Advokat Indonesia) atau yang lainnya.
  • Memiliki alamat kantor yang jelas, baik atas nama orang yang bersangkutan maupun atas nama rekannya.
  • Tidak pernah menjanjikan suatu perkara pasti dikabulkan atau diproses dalam tempo sangat cepat.

Ciri Pengacara Yang Bisa Jadi (Kemungkinan Besar) Palsu

  • Tidak memiliki kartu anggota organisasi advokat resmi baik Peradi, KAI atau yang lainnya.
  • Tidak memiliki kantor fisik.
  • Menjanjikan perkara pasti akan dikabulkan.
  • Menjanjikan perkara akan selesai sangat cepat dan tidak masuk akal. Contoh menjanjikan akte cerai akan selesai dalam kurang dari 1 bulan.
  • Menawarkan biaya sangat rendah dibawah rata-rata biaya pengacara lain pada umumnya.
  • Meminta transfer sebelum bertemu langsung.

Tips Terhindar Dari Jasa Pengacara Palsu

  • Cari tahu lebih lanjut tentang orang tersebut baik melalui akun akun media sosialnya seperti Facebook, Instagram, Twitter, WA dll. Ataupun dengan bertanya ke orang lain secara langsung misalnya bertanya ke pegawai pengadilan.
  • Jangan pernah melakukan transfer sebelum bertemu langsung. Uang jasa sebaiknya diberikan setidaknya pada saat bertemu untuk berkonsultasi, menyerahkan dokumen persyaratan dan/atau menandatangani surat kuasa.
  • Jika merasa diperlukan, mintalah untuk menunjukan kartu organisasi advokatnya pada saat bertemu.
  • Waspada jika orang tersebut menjanjikan perkara pasti menang (dikabulkan) atau menjanjikan perkara pasti beres dalam waktu yang sangat cepat.
  • Jangan terlalu tergiur dengan iming-iming biaya murah. Lebih baik ambil biaya yang standar daripada mencari murah dan ujungnya malah kena tipu. Jika terkendala biaya, sebaiknya mengurus sendiri saja. Selain pasti lebih murah juga sekalian belajar cara bersidang di Pengadilan. Yang penting selalu luangkan waktu untuk menghadiri sidang di Pengadilan.

Demikian beberapa ciri pengacara palsu dan tips untuk menghindarinya. Jika masih ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan bisa berdiskusi di kolom komentar atau bisa menghubungi kita di 085794581502.

Apa saja ciri-ciri pengacara?

Pengacara memiliki kartu anggota organisasi pengacara seperti Peradi, KAI dan lain-lain. Disamping itu umumnya pengacara memiliki kantor yang jelas dan tidak pernah membuat janji muluk-muluk.

Bagaimana tips saat mau menggunakan jasa pengacara dari internet?

Harus teliti. Cari tahu lebih lanjut tentang orang tersebut. Perhatikan akun sosial medianya, cari tahu atau tanyakan alamat kantornya dan jangan pernah mentransfer uang sebelum bertemu langsung.

Berapa sebenarnya biaya jasa pengacara itu?

Sebenarnya tidak ada patokan biaya jasa pengacara itu berapa. Tiap pengacara biasa menentukan biaya masing-masing menyesuaikan dengan kerumitan kasusnya, daerahnya dan faktor lainnya. Yang pasti biaya pengacara akan lebih mahal daripada biaya mengurus sendiri.